NEWS

0

Categories

  • Page Views 96

Potensi Santri dalam Menggerakkan Ekonomi Ummat

Santri adalah sosok istimewa. Sejak usia dini, santri dididik kemandirian hidup. Semua urusan pribadi yang bagi kebanyakan anak-anak seusianya bergantung pada orang tuanya, sejak mondok di pesantren, praktis menjadi tanggungjawab sendiri.

Dari mulai urusan mencuci pakaian, merapihkan lemari, tempat tidur, membersihkan kamar mandi dan lingkungan sekitar, serta berbagai aktivitas lainnya. Pondasi dasar semacam ini sangat penting bagi pembentukan karakter anak usia dini yang kelak akan menjadi calon-calon pemimpin bangsa.

Santri juga digembleng dengan keorganisasian. Mulai dari menjadi ketua kamar, ketua rayon, ketua club olahraga, organisasi santri seperti OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern) Gontor dengan berbagai bidang atau bagiannya.

Kemampuan organisasi, interaksi, sosialisasi antar individu, menjadi bekal penting untuk mengarungi kehidupan di masyarakat nanti. Prinsip siap memimpin dan siap dipimpin, menjadi perekat ummat, adalah pilar penting yang didapatkan santri selama mondok.

Secara Kultur, santri mempunyai kekuatan dahsyat. Mental pejuang, terdidik dengan kemandirian, terbiasa dengan interaksi banyak pihak, mengalami masa masa pergulatan yang tidak mudah antara kasabaran dalam menjalani masa pendidikannya dengan kondisi eksternal dan teman-teman seusianya di luar yang begitu dimanjakan dengan berbagai fasilitas dan hiburan. Maka, menjadi santri lulusan pesantren adalah sesuatu yang istimewa.

Keistimewaan ini menjadi modal dasar untuk pengembangan ke tahap berikutnya. Dimana santri dihadapkan pada berbagai pilihan lapangan perjuangan dan pengabdian di masyarakat.

Ada yang memilih untuk mengembangkan Lembaga pendidikan seperti pesantren, ada yang terjun di dunia politik dan kemasyarakatan, ada yang berkiprah sebagai profesional dalam bidang-bidang tertentu, dan ada yang menekuni bidang bisnis dengan menjadi entreupreuner atau pengusaha.

Santri sebagai Sosok Penggerak Ekonomi Ummat

Dengan pondasi dasar diatas, maka bagi santri, bisnis bukanlah tujuan. Bisnis adalah sebuah sarana untuk menebar kemanfaatan bagi sesama.

“Business adalah salah satu cara paling efektif untuk merubah dunia. Pengusaha harus berfikir tentang tujuan membantu kemanusiaan, buka hanya berfikir tentang keuntungan semata.”

Kegiatan ekonomi yang digerakkan oleh para santri lulusan pesantren tentunya akan mempunyai arah dan tujuan serta dampak sosial yang berbeda dibandingkan jika kegiatan ini dikendalikan pihak yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan duniawi.

Untuk itu, para santri harus terus menempa diri agar mempunyai kompetensi dan kapabilitas yang mumpuni untuk menjadi seorang pebisnis yang bisa menggerakkan ekonomi ummat. Sejak usia muda sudah dibekali virus entreupreunership, semangat kewirausahaan.

Kekuatan kultur dan mental dasar yang sudah digenggam, harus disempurnakan dengan pengusaaan struktur, yakni profesionalisme, wawasan bisnis, management, serta berbagai piranti lainnya yang menuju pada kesuksesan bisnis.

3 Hal Pendukung Lahirnya SantriPreneur

Paling tidak ada 3 hal yang bisa dilakukan untuk akselerasi atau percepatan agar muncul para pengusaha-pengusaha baru dari kalangan santri alumni pesantren.

Pertama, melakukan banyak event pelatihan tentang berbagai tema dan aspek dalam bisnis. Training dan Worskhop yang berkaitan dengan pengusaan skill teknis dalam bisnis, maupun wawasan dan pembinaan mental bisnis nya.

Kedua, perlunya pendampingan atau mentoring terhadap para pengusaha pemula yang merintis berbagai bidang bisnis. Pendampingan ini harus dilakukan oleh para pengusaha yang sudah meraih kesuksesan, melewati masa-masa rintisan bisnisnya. Sehingga para pengusaha muda bisa punya arah yang jelas, role model yang bisa dijadikan panduan untuk meraih kesuksesan bisnisnya.

Ketiga, perlunya diberikan akses yang luas terhadap berbagai aspek, seperti akses permodalan, akses informasi, akses bahan baku, akses pasar dan berbagai akses potensial lainnya untuk akselerasi bisnis. Selama ini para santri alumni pesantren hanya bermain di pinggiran, di sektor sektor mikro yang penuh sesak dan berdarah-darah. Sementara akses ke sektor bisnis yang lebih potensial perkembangannya hanya dinikmati oleh segelintir pihak saja.

Uang dan Kekuasaan harus berada di tangan orang-orang baik. Para santri adalah bagian dari orang-orang baik. Maka, para santri alumni pesantren harus mengambil peran untuk merubah dunia, untuk membangun bangsa ini. Salah satunya menjadi pengusaha penggerak ekonomi ummat.

Penulis :
Ustd. Agus Maulana
Ketua Umum Forum Bisnis IKPM Gontor

Share This Article

Next Story »

Muhammad Irzal Pebisnis yang Peduli Dunia Pendidikan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *