Pondok Pesantren Tidar, Mutiara Pendidikan dari Magelang

Siapa yang tidak tahu pondok pesantren? pondok pesantren sudah menjadi sebuah tradisi dan ciri khas pendidikan Indonesia khususnya di pendidikan agama islam. Bahkan saat masa penjajahan pondok pesantren menjadi salah satu benteng pertahanan dan memiliki peranan penting bagi perjuangan kemerdekaan bangsa.

Hingga saat ini eksistensi Pondok Pesantren masih terus dipertahankan dan bahkan dikembangkan agar dapat meningkatkan perannya dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Nilai lebih yang dimiliki pondok pesantren bukan saja dalam pembinaan pribadi muslim, tapi juga pada usaha untuk mengadakan perubahan dan perbaikan sosial dan masyarakat.

Terbukti dari banyaknya bermunculan pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia dan berpengaruh diberbagai sektor kehidupan masyarakat. Salah satu dari pondok pesantren yang sangat berperan yaitu Pondok Pesantren Tidar yang berada di Kota Magelang.

Sejarah Pondok Pesantren Tidar

Pondok Pesantren Tidar berawal dari didirikan nya PMT atau Pengajian Mengaji Tidar oleh sang Pendiri KH. Musyarofi Zarkasyi di Kampung Malangan Kel. Tidar Kec. Magelang Selatan Kota Magelang pada tahun 1980. Setalah berjalan dengan lancar selama 3 tahun akhirnya tepat pada tanggal 12 Desember 1983 didirikanlah Pondok Pesantren Tidar dan telah diwakafkan untuk kepentingan pendidikan dan pengajaran umat Islam.

Dari sejak berdirinya Pondok 36 tahun yang lalu hingga saat ini Pondok Pesantren Tidar masih terus mengadakan perbaikan secara bertahap, baik dalam pengembangan sistem pendidikan (pembinaan santri-santrinya) maupun dalam pembangunan sarana prasarana.

Pembangunan fisik pondok pesantren Tidar terus dilakukan selain pengembangan karakter santri nya

Perubahan dan pembaharuan yang dilakukan Pondok Pesantren Tidar itu dimaksudkan sebagai kesiapan Pesantren untuk menghadapi tantangan era globalisasi dan tuntutan zaman yang semakin maju dan modern. Dengan dedikasi nya tersebut

VISI DAN MISI

Sejak awal pendirianya Pondok Pesantren Tidar memiliki visi menjadi lembaga pendidikan islam yang mencetak kader-kader pemimpin umat, menjadi tempat Ibadah serta menjadi sumber ilmu pengetahuan islam, bahasa alqur’an dan ilmu pengetahuan umum dengan tetap berjiwa pesantren.

Pembekalan kegiatan bermasyarakat termasuk dalam program pondok pesantren Tidar membentuk santri yang bisa berperan dan bermanfaat bagi ummat

Untuk mencapai visi tersebut Pondok Pesantren Tidar memiliki misi yang ditanamkan disetiap kegiatannya yaitu

  1. Mempersiapkan generasi yang unggul dan berkualitas menuju khoiro ummah.
  2. Mendidik dan mengembangkan generasi mukmin dan muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas, serta berkhitmat kepada masyarakat.
  3. Mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama’ yang intelek.
  4. Mempersiapkan warga Negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Program Pendidikan Pondok Pesantren Tidar

Berawal dari melihat kondisi masyarakat di Kampung Tidar Dudan yang masih kurang memperhatikan pendidikan agama anaknya, para pendidiri dan pengurus pondok pesantren Tidar tergerak untuk ikut andil dalam mengatasi hal tersebut.

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang pendidikan agama, Pondok Pesantren Tidar ini memiliki 3 program pendidikan utama yaitu

1. Bustanul Athfal Al-Kautsar

Bustanul Athfal “Al-Kautsar” didirikan oleh Hj. Mulyati Musyarofi pada 1 Agustus 1990 dan telah menjadi salah satu lembaga pendidikan islam sejak dini di Kota Magelang. B.A Al-Kautsar sendiri sama dengan Taman Kanak-Kanak pada umumnya hanya saja pendidikan karakter keagamaan lebih ditanamkan sejak dini untuk peserta didiknya

2. Madrasah Diniyah Al-Kautsar

Salah satu ciri khas pendidikan pesantren adalah adanya Madrasah Diniyah yang menjadi inti dari kegiatan pembelajaran di pesantren. Tbegitu juga yang ada di pondok pesantren Tidar ini.

Pada tahun 2002 yaitu pada tanggal 05 November dan bertepatan dengan 01 Ramadhan 1423 H, Madrasah Diniyah Al-Kautsar ini didirikan oleh Hj. Mulyati Musyarofi dan mendapatkan respon yang baik dari masyarakat.

Terbukti dalam waktu singkat santri masuk melebihi kapasitas yang ada, sehingga untuk proses pembelajaran nya harus dibagi kedalam beberapa kelas meskipun diaksanakan di masjid, kamar, ataupun emperan. Dengan keadaan tersebut tidak menghambat perkembangan pondok pesantren Tidar yang begitu pesat.

3. Pendidikan Kesetaraan Ula, Wustho, Ulya

Mendukung visi Kota Magelang yang menginginkan kwalitas SDM yang unggul dan meningkatkan mutu ilmu serta pendidikan, Pondok Pesantren Tidar menjadi satu-satu nya pesantren yang dipercaya untuk menyelenggarakan program wajib belajar sejak tahun 2002.

Salah satu bentuk pendidikan yang ditanamkan kepada santri di Pondok Pesantren Tidar

Dari amanah tersebut maka terbentuklah tingkat pendidikan kesetaraan Ula, Wustho, dan juga Ulya yang mengikuti dasar wajib belajar 9 tahun ditambah 3 tahun. Semua itu sebagai bentuk kepedulian Pondok Pesantren Tidar dalam bidang pendidikan.

Selain 3 lembaga pendidikan yang disebutkan diatas, masih ada beberapa lembaga pendidikan lain yang juga ada di Pondok Pesantren Tidar Seperti

  • Kulliyatul Mu’allim Al-Islami (KMI)
  • Taman Pendidikan Al-Qur’an Al-Kautsar
  • Taman Qiro’atil Qur’an Al-Kautsar
  • Tahfidzul Qur’an

Walaupun dengan keterbatasan fasilitas baik sarana  prasarana namun para Ustadz/ah dan Santri tetap semangat untuk bisa mengembangkan dan memajukan Madrasah Diniyah “ Al-Kautsar “ . Banyak kegiatan yang dilakukan dan diikuti seperti perlombaan-perlombaan dan kegiatan-kegiatan yang lain agar dapat mendukung perkembangan pesantren.

Melalui hal tersebut Pondok Pesantren Tidar semakin dikenal oleh masyarakat luas, sehingga banyak santri yang berdatangan masuk tidak hanya dari lingkungan dekat saja namun dari luar Magelang pun juga ingin belajar menambah ilmu agama di Pondok Pesantren Tidar.

Pondok Pesantren Tidar mempunyai prinsip bahwa :

PENDIRI BOLEH MATI TETAPI MADRASAH TIDAK BOLEH MATI MAKA HARUS MILIKI MODAL/SEMBOYAN BONDO BAHU PIKIR LEK PERLU SAK NYAWANE PISAN

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *